skip to main |
skip to sidebar
Jepang menggoreskan banyak kenangan indah bagi seorang Kaka. Pamor bintang AC Milan ini ternyata juga pernah bersinar terang di negeri matahari terbit tiu. Tepatnya pada 1993 lalu.
Saat itu Kaka masih 11 tahun dan tergabung dalam tim Sao Paulo FC junior. Tahun itu, salah satu klub elit Brazil ini melakoni partai uji coba melawan Yamagata, salah satu klub Jepang yang berhome base di Tokyo Utara. Dalam pertandingan tersebut pria kelahiran 22 April 2982 itu terpilih sebagai pemain terbaik dan berhak atas hadiah sebesar 5000 Yen (USD 45).
"Itu salah satu momen bersejarah dalam karir saya di sepak bola. Saking senangnya, sampai sekarang saya masih menyimpan hadiah uang itu," kata Kaka dalam jumpa pers sehari sebelum pertandingan babak semifinal melawan Urawa Reds digelar.
Memori manis lainnya di Jepang terukir pada 2002. Yakni ketika Brazil menjadi jawara dunia. Tapi, waktu itu Kaka hanya tampil sebagai pemain cadangan.
Nah, selain Kaka, anggota skuad Rossoneri (julukan AC Milan ) yang memiliki memori manis di Jepang adalah Cafu. Bek berusia 37 tahun itu adalah kapten Timnas Brazil saat mengalahkan Jerman 2-0 di partai puncak Piala Dunia 2002 Yokohama International Stadium.
"Jadi saya merasakan sesuatu yang luar biasa ketika kembali bermain di stadion ini. Saya benar-benar sangat terkesan. Saya masih ingat benar, setelah mengalahkan Jerman, saya mencium trofi Piala Dunia di hadapan supporter kami yang hebat," cetus Cafu.
Selain momen Piala Dunia, di Jepang, Cafu juga
pernah dua kali mempersembahkan trofi Piala Intercontinental untuk Sao Paulo. Yaitu di tahun 1992 dan 1993 dalam laga yang digeber di Stadion Nasional Tokyo.(ali)
LONDON - FA tidak bisa menutup-tutupi pilihan figur yang layak menakhodai Timnas Inggris. Media-media di Eropa sudah ramai memastikan bahwa Fabio Capello akan memimpin skuad The Three Lions -julukan Timnas Inggris. Mantan arsitek AC Milan, AS Roma, Juventus, dan Real Madrid itu prinsipnya sudah mendapatkan lampu hijau dari Federasi Sepak Bola Inggris tersebut.
Para petinggi FA kemarin (14/12) sepakat bahwa pria asal Italia itu menggantikan posisi Steve McClaren, pelatih Timnas Inggris yang dipecat pada 23 November lalu di London. Mereka terkesan dengan gambaran kerja Capello seperti yang dipaparkan agennya di Soho Square, markas FA.
Namun, FA belum bisa memperkenalkan Capello secara resmi sebagai arsitek timnas. Pasalnya, bapak dua anak itu belum meneken kontrak yang disebut-sebut berdurasi empat setengah tahun tersebut. Demikian juga pundi-pundi pounds yang bakal diterimanya.
Kabarnya, FA menyiapkan bayaran sebesar 6,5 juta pounds. Tapi, setelah dipotong pajak, nilainya hanya mencapai 4,5 juta pounds (sekitar Rp 85,5 miliar per tahun). "Negosiasi ini akan kami lanjutkan besok (hari ini, Red). Tapi, saya tegaskan bahwa tak ada masalah yang bakal menggagalkan kesepakatan ini. Hanya, ada sedikit ketidakcocokan," ujar juru bicara FA Adrian Bevington seperti dilansir The Sun.
Menurut BBC, proses negosiasi itu tak sampai tuntas karena beberapa petinggi FA tak suka dengan permintaan Capello terkait dengan susunan kabinetnya kelak. Dalam proposalnya, pria berusia 61 tahun tersebut menginginkan semua staf pelatihnya orang Italia.
Mereka adalah orang-orang kepercayaan yang setia menemani Capello saat menukangi beberapa klub terakhir. Yaitu, Franco Baldini dan Italo Galbiati (asisten pelatih), Massimo Neri (pelatih fisik), dan Franco Tancredi (pelatih kiper). Namun, kebuntuan itu sepertinya bakal terpecahkan. Sebab, Capello berniat mengakomodasi permintaan FA dengan memasukkan mantan pilar Timnas Inggris Stuart Pearce dalam kabinetnya juga.
"Sangat sederhana. Kalau mempekerjakan Fabio Capello, Anda harus memberikan yang dia inginkan. Semua yang dia minta harus dipenuhi. Sebab, itu bagian dari formulanya untuk memberikan kemenangan bagi Timnas Inggris," ujar mantan pemain Tony Cassarino dalam ulasannya di The Times kemarin.
Karena gagal tampil di putaran final Euro 2008, praktis Inggris bakal menganggur cukup lama dari ajang internasional. Mereka direncanakan baru melakoni laga resmi awal September mendatang dalam ajang kualifikasi Zona Eropa untuk Piala Dunia 2010.
Tapi, Capello sudah bisa menunjukkan racikan strateginya dalam waktu dekat. Pasalnya, Inggris dijadwalkan melakoni laga persahabatan, menjamu Swiss, di Wembley pada 6 Februari nanti. Lalu, pada 26 Maret mendatang, mereka bertandang ke Paris untuk menantang Timnas Prancis. (roq)
FABIO CAPELLO
Tempat/Tanggal Lahir : San Canzian d’Isonzo, Gorizia, Italia, 18 Juni 1946
Karir Pemain
Spal (1964-1967) : Awal karirnya dengan hanya tiga gol dari 49 kali penampilan.
AS Roma (1967-1969) : Memenangi trofi pertamanya, Coppa Italia, pada 1969.
Juventus (1969-1976) : Tiga gelar scudetto pada 1972, 1973, dan 1975.
AC Milan (1976-1979) : Gelar scudetto pada 1979.
Karir Timnas
32 caps, 8 Gol (dua di antaranya melawan Inggris, 14 Juni 1973 di Turin dan 14 November 1973 di Wembley)
Karir Pelatih
AC Milan (1991-1996) : Memenangi empat scudetto dalam lima tahun. Menjuarai Liga Champions 1994 dengan menundukkan Barcelona 4-0 di final. Plus juara Piala Super Eropa.
Real Madrid (1996-1997) : Menjuarai Liga Primera dengan beda dua angka dari Barcelona. Dipecat di akhir musim.
AC Milan (1997-1998) : Gagal mengulangi masa manis di periode pertama. Milan hanya berada di posisi ke-10.
AS Roma (1999-2004) : Meraih scudetto pada 2001 (pertama setelah 18 tahun), runner-up setahun kemudian dan pada 2004. Runner-up di Coppa Italia 2003.
Juventus (2004-2006) : Meraih scudetto dua musim beruntun. Tapi, calciopoli membuat gelar Juventus dicopot dan didegradasi.
Real Madrid (2006-2007) : Sempat diwarnai perseteruan dengan David Beckham, akhirnya sukses menjuarai Liga Primera dengan bantuan Beckham. Lagi, dipecat pada 28 Juni.
BACKROOM STAFF CAPELLO
Asisten Pelatih 1 : Italo Galbiati
Asisten Pelatih 2 : Stuart Pearce
Pelatih Kiper : Franco Tancredi
Pelatih Fisik : Massimo Neri
Direktur Sepak Bola : Franco Baldini